Kampung-kampung dan permukiman di pinggir sungai di Jakarta sudah sejak lama menghadapi ancaman penggusuran dengan pelbagai alasan, misalnya sebagai penyebab pendangkalan dan pencemaran sungai karena membuang sampah dan limbah mereka ke sungai. Pendangkalan sungai ini lah yang dianggap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyebabkan banjir terus terjadi hampir setiap tahunnya. Setiap tahun jumlah rumah semakin bertambah seiring bertambahnya jumlah keluarga dan para pendatang.
Keluarga baru membangun rumah di samping kanan dan kiri orang tua mereka. Pendatang membangun tempat tinggal juga berdekatan dengan lokasi kerja mereka seperti area pabrik karena alasan ‘dekat dengan tempat kerja’. Selain alasan jaraknya dekat dengan lokasi kerja yang berpengaruh pada pengeluaran ongkos transportasi tetapi juga soal ketidakmampuan membeli tanah-tanah bersertifikat di Jakarta yang harganya di luar kemampuan.
Padahal sangat beresiko jika tinggal di daerah seperti itu, apalagi ketika musim hujan. Sewaktu-waktu sungai bisa meluap sehingga menerjang rumah-rumah yang ada di bantaran,Kondisi itu diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang kerap membuang sampah ke aliran sungai. Apalagi saat ini tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan lahan-lahan di atas perbukitan untuk pertanian."Kondisi itu mengakibatkan minimnya resapan air di atas bukit. Ketika turun hujan deras, debit air bertambah dari daerah hulu yang membawa longsoran material bebatuan. Akibatnya, terjadi retakan tanah yang berpotensi longsor.
Bencana tak akan terjadi seandainya kita mengetahui dampak dari penggundulan hutan, membuang sampah ke kali serta penyempitan bibir sungai. Solusi menahan kekuatan air hujan yang saat ini berjalan dengan cuaca ekstrem dapat tertolong apabila perbukitan dan pegunungan sekitar pertanian warga setempat dengan mengganti tanaman keras seperti pohon-pohon yang dapat menampung resapan air di perbukitan,Dengan adanya penyempitan sungai, otomatis menyebabkan penyempitan volume air yang ditumpahkan ke sungai. Sehingga jumlah volume air tidak sesuai dengan kondisi sungai yang ada dan pasti akan menyebabkan banjir.
Oleh karena itu marilah kita bersama – sama mengatasi permasalahan tentang pembangunan rumah liar yang ada di daerah perkotaan agar tidak menimbulkan dampak – dampak negatif. Dan bagi permukiman liar yang baru muncul atau terus berkembang dari waktu ke waktu sebaiknya langsung ditertibkan guna mencegah hal – hal negatif yang dapat merugikan semua pihak. Serta perlu adanya kesadaran dan upaya bersama guna meningkatkan kualitas tata ruang kota, agar terwujud kota dengan pemukiman yang teratur dan berkualitas dan bersifat Resmi.
Komentar
Posting Komentar