Budaya Tatto

Tatto merupakan hasil karya dan kesanggupan akal manusia dalam menciptakan sesuatu yang luar biasa berdasarkan olah rasa dan pikirang yang mengandung ciri estetika. Seni senantiasa mengalami perubahan, bergantung pada perkembangan kehidupan masyarakat. kebudayaan telah mengalami transformasi di zaman yang seperti ini. Transformasi kebudayaan generic ke kebudayaan diferensial yang membuat ada perbedaan tentang kebudayaan di argumen-argumen masyarakat. Pada awal perkembangannya, kesenian erat kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan diri dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tertentu. Pada pertunjukkan suku primitive, kesenian dan agama seringkali berbaur.

Tato adalah  bagian dari seni, bukan lagi untuk dunia kekerasan dan kriminalitas. Tato sebuah ajang ekspresi seseorang untuk menampilkan kreasi atau hobi seseorang. secara umum pkitangan masyarakat zaman sekarang sangat negative terhadap tato. Seringkali orang yang bertato dianggap memiliki nilai criminal dan sebagai bentuk kejahatan dan mulai dianggap sebagai fesyen, karena tato bisa mempercantik dan menambah rasa percaya diri seseorang atau sebagai aksesoris tubuh.Tato adalah perilaku yang salah dan tidak pantas dilakukan oleh anak muda, remaja, maupun orang tua yang beragama islam. Menghiasi tubuh dengan tato adalah perbuatan menganiaya diri sendiri. Tato bukanlah berhias tetapi merusak kulit tubuh sendiri.

Tato memiliki tujuan dan fungsi yang beragam namun dapat dikatakan tato digunakan untuk memberikan tanda bagi si pengguna. dalam masyrakat jepang, tato difungsikan sebagai suatu bentuk ritual dan kemudian bergeser fungsi menjadi sebuah tanda keluarga, tato pada masyarakat jepang terletak di wajah. pada masyarakat polinesia tato difungsikan sebagai tanda kedewasaan diperuntukkan bagi laki-laki (dibawah pinggang menyerupai celana pendek) dan perempuan (dipergelangan tangan  tangan dan kaki). Pada masyarakat mesir, tato difungsikan sebagai suatu tanda bangsawan dan kecantikan (di alis dan pergelangan tangan). sedangkan pada masyarakat dayak purba, tato difungsikan sebagai tanda bangsawan (pergelangan tangan dan kaki) dan ritual keagamaan yang diperuntukkan bagi pemangku adat serta dukun ( sekujur tubuh ).


Saat ini, tren tato di tubuh sedang populer. Tato tidak dianggap lagi sebagai permainan, tetapi dianggap sebagai bagian penting dari penampilan. Tato bahkan dianggap dapatmeningkatkan sensualitas, dan ada pula orang yang menganggap tato sebagai syarat pergaulansuatu kelompok.Tapi disamping itu kita sebagai mahluk yang mempunyai pikiran seharusnya lebih jeli dalammemilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Komentar