Bahaya LGBT Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan bagi orang yang berakal sehat, bahwa LGBT sudah dilegalkan di beberapa negara. Hal itu dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM), maka hal rusak seperti ini tidak lagi dapat dibendung yang terutama oleh Negara-Negara barat.
Untuk masalah kesehatan, maka akan terdapat berbagai penyakit berbahaya yang beresiko tinggi terkena pada para pelaku LGBT. Secara naluri manusia diciptakan untuk salinh berpasangan antara pria dan wanita. Dimana membangun hubungan guna membina rumah tangga, nantinya akan mempunyai keturunan dari proses hubungan biologis.
Bahaya LGBT bagi Kesehatan
Penelitian yang dilakukan selama tahun 2001, 2003 dan 2015 yang penelitian tersebut dengan 1.493 pria dan 918 wanita mengaku sebagai gay dan lesbian. Ada sebanyak 1.116 wanita mengaku berorientasi biseksual. Terdapat beberapa jenis kanker yang rentan akan dialami oleh para pelaku LGBT.
Berikut di bawah ini beberapa penejelasan dari bahaya LGBT bagi kesehatan:
Kanker Anal (Dubut)
Kemungkinan besarnya pelaku gay terkena kanker karena virus HPV (Human Kanker Papillomavirus). Dimana kemunculannya tersebut ditularkan dengan melakukan hubungan seksual seperti itu, yang akhitnya menjadi penyebab tubuh terkena kanker anal.
Kalau diperhatikan bahwa cara hubungan seksual dari pelaku gay yaitu melakukan seks anal, sehingga pelaku gay ini sangat berisiko tinggi terkena kanker anal. Adapun kasus kanker anal yang terbanyak terjadi ditemukan pada pria gay yang juga positif terkena virus HIV. Dan tingkat kedua terbanyak pasien kanker anal yaitu pria gay yang tidak terjangkiti virus HIV.
Sehingga penyakit kanker anal ini dapat dikatakan dimonopoli oleh pelaku gay ini. Resiko tinggi tubuh terkena kanker anal juga berlaku pada pasangan normal yang melakukan hubungan seks anal, sehingga bentuk hubungan seperti itu perlu dihindari.
Kanker Mulut
Umumnya diketahui bahwa penderita kanker mulut kebanyakan adalah para perokok, dan dari perjalanan dari waktu ke waktu, muncul hal yang ajaib tentang pelonjakan jumlah kanker mulut hingga 225% yang terjadi pada tahun 1974.
Sehingga dapat dibayangkan apabila oral seks dialakukan oleh para gay bersamaan dengan banyak partner yang berbeda-beda. Dapat ditebak bahwa kebiasaan “mengerikan” seperti ini jadinya membuat tubuh sangat berisiko tinggi terkena kanker mulut. Saat seorang gay terkena virus HIV, maka akan menghadapi bahaya besar berupa risiko yang sangat tinggi terkena kanker.
Meningitis (Radang Selaput Otak)
Sebuah penggalan tulisan di Detik Health yang cukup menarik yaitu “ New York Diserang Wabah Radang Otak Karena Hubungan Seks Sembarangan”. Dan dari tulisan di Detik Health itu disebutkan bahwa New York dihebohkan dengan mewabahnya penyakit LGBT yang melakukan hubungan sesama jenis.
Dan penyakit radang selaput otak apabila tidak segera diobati, bisa mengakibatkan terjadinya masalah sangat buruk yaitu kerusakan otak, yang akhirnya bisa menghantarkan seseorang pada kematian.
Kanker pada Lesbian
Sebuah penelitian yang dilakukan di cancer support commuty, memperoleh hasil penelitian bahwa para lesbian mempunyai kualitas kesehatan yang lebih rendah di bandingan dengan wanita jyang heteroseksual. Itu termasuk ketika berjuang melwan penyakit kanker yang di deritanya.
HIV/AIDS
Virus HIV ini umumnya oleh orang orang dikaitan dengan masalah hubungan seksual bebas,termasuk sering berganti pasangan.
Dampak Sosial
Pada sebuah studi yang dilakukan , disapatkan data data bahwa seseorang gay punya pasangan antara 20-106 orang per tahunya. Adapun pasangan zina ( pasangan hetsoksual tetapi di luar pernikahan ) tidak lebih dari 8 orang seumur hiupnya.
Di temukan bahwa 43 % kaum gay tersebut selama hidupnya melakukan homo seksual dengan 500 orang bahkan lebih. Sekitar 79% dari mereka mengatakan bahwa pasangan sejenisnya itu merupakan orang yang tidak di kenalinya sama sekali.
Dampak Pendidikan
Untuk dampak pendidikan juga tidak kalah memprihatinkannya, dimana siswa dansiswi yang menganggap dirinya sebagai sebagai punyaka sesama jenis, menghadapi permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar di bandingkan dengan siswa normal.
Dampak Keamanan
Kaum homo seksual memberikan peran sebesar 33% pelecehan seksual pada anak anak di negara amerika serikat,dimana yang cukup mencengangakan bahwa populasi kaum homo ini sebenarnya hanya 2% dari keseluhan penduduk Amerika.
Dampak Lainnya
Pelaku LGBT akan sangat rentan terkena virus, seperti HIV, sifilis,hepatitis, dan infeksi chlamydia. Bahaya LGBT lainya bagi kesehatan yaitu resiko terjadinya luka dan pembengkakan pada sistem pembuangan.
Selain kalau kita lihat seorang gay mersa lebih nyaman dengan penyelewenga yang dilakukanya, walaupun mungkin mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah hal yang salah, sehingga akibatnya hal itu membuat mereka menurun dalam kemamouan berpikir realistis
Cara mencegah dan menghadapi LGBT
Untuk menghadapi masalah LGBT di Indonesia ini, maka dari penejelasan para ahli dalam mengatasi LGBT dalam jangka pedeknya, maka perlu ditinjau lagi peraturan perundang-undangan yang memberikan kebebasan dalam praktik hubungan seksual sesama sejenis.
Dimana Pemerintah dan DPR perlu untuk segera membuat program dan kebijakan yang dapat mencegah menularnya legalisasi LGBT dari Negara-Negara Barat seperti Amerika Serikat salah satunya.
Cara selanjutnya yaitu masyarakat Indonesia hendaknya sadar dan peduli untuk mengajukan gugatan judicial review terhadap kebijakan dan pasal-pasal KUHP yang isisnya hanya akn memberikan jalan terjadinya tindak kejahatan seksual.
Komentar
Posting Komentar